Senin, 21 November 2011

OUR STORY part A (Cerpen)


Gadis  itu  membuka jendela kamar tidurnya dan menarik napas dalam-
dalam, dengan gembira. Aroma manis jambu dan mawar memenuhi udara seperti ester.
Betapa senang hatinya bisa kembali ke tempat dimana ia dibesarkan dulu, setelah sekian lama ia tinggal di negara orang. bersekolah di Hawthorne london membuat ia begitu rindu akan negaranya. Sebelum pulang kembali ke Indonesia gadis itu telah berjanji pada kedua orang tuanya untuk tidak berbuat kegaduhan atau kenakalan lagi seperti sewaktu ia berada di asrama Hawthorne.
Namanya Agni, Agni Tri Nubuwati. Seorang gadis remaja berusia 17 tahun yang tergolong siswi nakal di asrama Hawthorne. 2 hari yang lalu ia memutuskan untuk pulang kembali ke Indonesia. Menurutnya seindah apapun negara orang tetap lebih indah negaranya sendiri.
Saat pulang ke Indonesia Agni membuat kejutan yang luar biasa untuk kedua orang tuanya. Ia tak berbuat kenakalan lagi seperti dulu sebelum ia bersekolah di Hawthorne. Orang tuanya percaya ini semua berkat usaha kepala sekolah yang senang memukul jari tangan dan kepala Agni sehingga sekarang Agni bisa berfikiran sehat.

“mama bangga sama kamu yang sekarang Agni..” ujar sang bunda sambil tersenyum ke arah anak semata wayangnya itu.
“ia mama ... Agni kan bisa buktikan ke mama kalau Agni juga bisa jadi anak manis seperti yang mama mau..” ujar Agni dengan senyum termanisnya.

“ia sayang mama senang dengan perubahan kamu, jadi kapan kamu kesekolah barumu?”

“secepatnya ma...” aku udah pengen banget pake seragam lagi..” ujar Agni semangat.

“Ia besok kamu bisa masuk sekolah, semua administrasi sudah diurus..” ujar sang mama.

“makasih mama...” ujar Agni sambil memeluk tante Ira.

Pagi itu tiba.. pagi dimana seorang Agni Tri Nubuwati akan bersekolah di sekolah barunya SAINT HIGH SCHOOL. Sekolah dimana semua siswa-siswanya merupakan siswa unggulan dan anak-anak terpandang dari seluruh kawasan Indonesia. Sekolah yang berada di pusat kota Jakarta mempunyai letak yang begitu strategis, tidak heran bila uang yang harus dikeluarkan semua siswa-siswa yang bersekolah disini selama 1 semester mencapai angka puluhan juta.
Agni turun dari honda jazz,  respon pertama tentang sekolah ini menurut Agni adalah menarik. Bila dibandingkan dengan Hawthorne sekolah ini sedikit lebih kecil. Agni kemudian berjalan menuju ruangan yang bertuliskan ruang Kepala Sekolah di atas pintunya.
“permisi.” Ujar Agni sambil mengetuk pintu ruangan itu.

“silahkan masuk, mari duduk.” Ujar wanita paruh baya itu.

“kamu anaknya Pak Duta, nama mu Agni Tri Nubuwati. Pindahan dari  Hawthorne London?” tanya wanita itu.

“Ia bu.. saya Agni...” ujar Agni mantap.

“oke Agni kenalkan nama ibu, ibu Winda. Ibu kepala sekolah disini, mari saya antarkan kamu ke kelasmu.” Ujar bu Winda pada Agni.

Kelas itu begitu tenang, tenang karna yang mengajar memang termasuk guru terkiler di SHS.  Semua pandangan siswa begitu terfokus dengan apa yang di  jelaskan sang guru didepan. Tapi apakah guru itu tau sebenarnya sebagian besar dari siswa itu hanya melamun. Tak ada yang tau karna memang guru itu tak pernah mau tau (?). Agni datang kedalam kelas bertepatan dengan penjelasan sang guru tentang suatu reaksi KIMIA :
“Molalitas (m) menyatakan jumlah mol (n) zat terlarut dalam 1 kg ( 1.000g) pelarut.” Ujar sang guru yang penjelasannya harus terhenti sejenak akibat sebuah ketukan pintu.

“Permisi pa Eko (pinjam nama pak) ini saya mau mengantarkan murid baru” ujar Bu Winda sambil mempersilahkan Agni masuk.

“ia silahkan perkenalkan namamu.” Ujar pak guru

“nama saya Agni, saya pindahan dari  Hawthorne London, salam kenal semuanya.” Ujar Agni sambil tersenyum.

Ada beberapa siswa  yang nampaknya ingin bertanya perihal Agni. Namun sebelum mereka mengeluarkan suara pak Eko sudah memotong.

“sekarang kalian kerjakan halaman 14 no 1 – 10 , selesai kumpulkan. Dan kamu Agni silahkan duduk disamping Shilla.” Ujar pak Eko.

Agni kemudian berjalan menuju arah bangku yang ditunjukkan oleh Pak Eko padanya. Sesampainya di bangku itu Agni kemudian meletakkan tasnya dan menengok gadis disebelahnya yang sepertinya sedang kesusahan untuk mengerjakan soal Kimia yang diberikan oleh Pak Eko barusan.

“Hai gue Agni...” ujar Agni sambil mengulurkan tangannya.

“gue Shilla selamat datang di XII IPA 2 Agni semoga kita bisa berteman.” Ujar gadis itu sambil tersenyum.

“lagi ngerjain apaan Shill? Soal yang barusan dikasi sama Pak Eko ya?” tanya Agni pada Shilla

“Ia nih.. susah banget.” Ujar Shilla sambil menunjukkan buku latihan Kimianya pada Agni.

“oh sini biar gue yang kerjain.” Ujar Agni sambil mengambil alih buku latihan Shilla.
“Lo bisa ngerjain ini NI??” tanya Shilla takjub

“Bisa kok Shill... nih udah selesai.” Ujar Agni.

“serius.. baru lo murid pertama yang bisa kerjain semua soal-soal yang pak Eko kasiin. Kalo buat murid-murid lain mah ni tugas akhirnya jadi pr dan gak bakalan dikerjain.” Ujar Shilla menggebu-gebu.

“Hehehe... bisa aja lo Shill.”

“oh ya tar istirahat gue kenalin sama temen-temen gue ya Ify sama Via mereka di kelas sebelah.” Ujar Shilla.

“Oke..” ujar Agni.

Bel istirahat bagai surga dunia bagi semua siswa SHS , begitu juga bagi Shilla, sementara Agni ia hanya ikut kemana teman baru nya itu akan membawanya. Saat sampai di kantin sekolah sepertinya sedang terjadi kegaduhan yang luar biasa.

“ada apaan sih Shill?? Tanya Agni pada Shilla.

“Palingan juga most wanted lagi pada ngumpul trus ngadain jumpa fans gitu.” Ujar Shilla enteng.

“Jumpa fans ???” disini ada gitu artis sampe diadain jumpa fans segala. Sekelas apa sih mereka Bruno Mars , Justin Bieber ???” tanya Agni.

“Kalo disekolah ini mereka tu ibaratkan maskot sekolahan.  Mereka itu punya segudang prestasi. Punya catatan BK yang baik pokoknya mereka itu perfect.” Ujar Shilla menggebu-gebu.

“udah lah Shill , gimana pun lo ceritain mereka. Gue gak merasa begitu tertarik. Mendingan kita makan.” Ujar Agni

“oke... ya udah ayo nyamperin Ify sama Via...” ujar Shilla kemudian menarik tangan Agni.

Terlihat dua orang gadis sedang makan dengan lahapnya di meja yang dekat dengan jendela.

“makannya lahap amat neng...” ujar Shilla sambil mengambil posisi duduk didepan kedua gadis tadi ditemani Agni.

“Biasa tadi abis pelajaran bu Nana... sumpah gue pusing banget sama rumus matematika yang buat perut gue mendadak kalaparan gini.” Ujar gadis yang tubuhnya sedikit gemuk.

“hahah bisa aja lo Vi,,, oh ya Fy ... Vi’ kenalin ini Agni temen baru gue..” ujar Shilla memperkenalkan Agni pada kedua sahabatnya.

“Sivia Azizah.. panggil Via aja!!”

“Agni”

“Ify”

“Agni”

Perkenalan singkat itu cukup membuat mereka mengenal satu sama lain... siapa yang tau apakah nanti mereka akan bersahabat?? Tapi yang mereka tau sekarang mereka memulai semuanya dengan sebuah senyuman. Senyuman pertemanan.
Wajah Ify sedari tadi gusar. Sambil terus memandangi layar I-phone nya. Shilla yang akhirnya menangkap keanehan itu bertanya kepada sahabatnya.

“Lo kenapa Fy?? Dari tadi mandangin hp gak jelas mulu...” tanya Shilla disertai anggukan Sivia dan Agni.

“apa Rio udah gak cinta sama gue lagi ya ??” tanya Ify dengan tatapan nanar.

“Loh kok lo ngomong gitu Fy?” tanya Shilla

“akhir-akhir ini Rio itu berubah dia udah gak kayak dulu, apa dia bosan sama gue?” tanya Ify

“gak mungkin Fy... lo ma dia udah 2 tahun gitu kok lo bilang dia lupa sama lo..”

“tapi itu yang gue rasain sekarang Shill... Rio sekarang lebih mentingin fans-fans nya itu ketimbang gue :c.“ ujar Ify

“mang Rio itu yang mana Shill? Tanya Agni penasaran.

“Itu yang tadi di depan.. yang lagi pada jumpa fans.. Rio itu pacar Ify.” Ujar Shilla memberi penjelasan pada Ify.

“ooo”

*******

Jangan letih mencintaiku
Jangan lah terhenti
Jangan lelah menyayangiku
Hingga bumi tak bermentari

Ify kini duduk sendiri termenung dalam kesendirian. Ia rindukan sosok Rio. Sosok yang selalu ada bila ia butuhkan. Namun kini sosok itu seolah menghilang. Secara perlahan ia pergi dari kehidupan Ify miris itu yang dirasakan gadis ini. Pernah terlintas di fikiran Ify untuk mengakhiri semuanya. Telah lama Ify terdiam. Menangis Ify sekarang tak tau apakah ia harus menangis. Menangis untuk seorang yang belum tentu menginginkannya lagi. Saat sedang merenungi nasibnya I-phone Ify berbunyi menandakan ada sebuah panggilan masuk.

“hallo Fy,?? Happy aniversary ya.“ maafin aku gak bisa kerumah kamu. Jadwal lagi padat banget.” Ujar suara diujung sana.

“lo masih inget Yo?? Gue kirain lo udah gak inget gue, dikantin aja lo gak sedikitpun liat gue... udah Yo gue capek. Lo udah bukan Rio yang dulu, cukup gue ngertiin lo. Urusin aja dunia lo... dunia yang menurut lo indah namun nyakitin buat gue. Gue rasa kita cukup sampai disini, silahkan lo cari yang menurut lo bisa bahagiain lo.” Ujar Ify kemudian mematikan I-phone nya.
Akhirnya kata-kata yang tak pernah Ify inginkan itu kini keluar dari mulutnya sendiri. Ify kembali termenung. Mengukir kembali sebuah kenangan atas kegagalan cintanya. Ada keinginan yang cukup buat menikmati semua ini meski terasa begitu perih. Namun ini kenyataan. Sekali pun sangat menyakitkan. Membiarkan sosok laki-laki yang begitu ia cintai meninggalkan dirinya. Ia hanya mampu meraih bayangannya, tanpa mampu merengkuh cinta lelaki itu lagi.

Dilain tempat Rio, lelaki itu begitu merasa bersalah. Sebesar apakah salahnya sampai seorang gadis yang telah ia cintai selama 3 tahun terakhir memutuskan hubungannya.

“Arghhhttt...” salah gue apa Fy... kenapa lo putusin gue...!!!” ujar Rio frustasi.
Cakka yang kebetulan berada disamping Rio menghampiri sahabatnya itu.
“Lo kenapa Yo??” ada masalah??” tanya Cakka khawatir.
“Gue diputusin Ify, Ka!!!”
“putus?? Kenapa??”
“gue gak tau ka...” ujar Rio lirih.

*******
Pagi itu tidak begitu sejuk. Agni buru-buru ke sekolah dengan tingkat kecemasan yang berlebihan. Memikirkan PR yang belum ia kerjakan. Saat sedang berlari di lorong-lorong sekolah tiba-tiba ada yang mengejutkan Agni.
“hei... lo Tunggu....................!!!!!!!!!!!seruan kecil itu cukup mengejutkan Agni di pagi hari.
“Lo nanya ama siapa? Gue...?” ucap Agni cuek.

“Bukan sama lo, tapi bayangan tadi gue liat tu bayangan disini. Gatau sekarang pergi kemana?” ucap laki-laki itu.

“Ledekan lo gak bermutu banget... udah lo cari aja tu bayangan. Teserah mau diapain. Permisi!” ujar Agni bermaksud meninggalkan lelaki itu.
“Hei...tunggu. jangan jutek makin jelek tau,, lo anak baru ya disini?” tanya laki-laki itu.

Lagi-lagi langkah kaki Agni berhenti. Ingin sekali rasanya untuk cepat pergi dari hadapan laki-laki menyebalkan ini. Agni memicingkan mata dengan alis sedikit berkerut.

“Biarin jelek. Tu lo tau gue anak baru, trus buat apa lo nanyain hal gak penting?? Kalo omongan lo gak ada lagi, gue cabut.” Ujar Agni kemudian membalikkan badan dan meninggalkan laki-laki itu.

“Oke gue Cuma mau tau nama lo...!!!” gue Cakka !!! ujar laki-laki itu sambil mengulurkan tangannya.

“Agni...” ujar Agni kemudian berlalu meninggalkan Cakka

“Gue harus dapatin lo.” Ujar Cakka yang sepertinya begitu tertantang dengan gadis seperti Agni.

Sesampainya Agni didalam kelas ia segera menyalin pr Shilla.
“haha lo aneh deh ni...perasaan pr enteng gini kemarin lo jagonya, kenapa sekarang jadi gak ngerjain gini?” tanya Shilla.

“gue sibuk Shill...” ujar Agni.
 “ya udah deh kerjain aja tu...” ujar Shilla.
Jam istirahat berbunyi. Menghabiskan waktu istirahat di kantin sekolah merupakan penggalan waktu yang sangat menarik bagi Agni dan ketiga sahabat barunya. Namun sepertinya ada perbedaan dihari ini. Ify tampak tidak begitu bersemangat.

“lo kenapa Fy?” tanya Agni

“Ify” ujar Agni
Ify yang sepertinya sedang melamun kemudian kaget akan panggilan Agni.
“Ia ada apa Ni??’ tanya Ify

“lo ada masalah Fy?? Cerita sama kita.” Ujar Shilla.

“Gue putus sama Rio.” Ujar Ify.

“apa P..U...T....U...S.” kenapa?” tanya Sivia.

“gue rasa dia bosan sama gue.” Ujar Ify menunduk.

“sabar Fy... kita selalu ada untuk lo.” Ujar Shilla sambil memeluk sahabatnya itu.
“Thank’s semua .” ujar Ify bahagia.

******

Siang itu cukup panas. Ify masih betah duduk di halte sekolah menunggu jemputan yang tak kunjung datang. Ia kembali menyesal mengapa tadi tak menerima ajakan Agni. Hari semakin sore. Saat sedang menunggu tiba-tiba ada sebuah mobil berhenti di depan Ify. Sosok yang Ify rindukan namun ingin ia lupakan keluar dari dalam mobil itu.

“ikut gue... gue disuruh nyokap lo buat jemput lo.” Ujar laki-laki itu dingin.

“biar gue disini aja... makasih sebelumnya..” ujar Ify sambil terus menunduk.
“LO DENGER GAK SIH MASUK SEKARANG !! LO TANGGUNG JAWAB GUE!!!” ujar laki-laki itu dengan nada otoriter.
Nyali Ify ciut. Ia terdiam kemudian masuk kedalam mobil. Hanya ada kebisuan didalam mobil itu. Tak ada yang memulai pembicaraan. Sampai akhirnya mobil itu berhenti disebuah taman. Taman yang mempunyai begitu banyak kenangan untuk ia dan laki-laki disebelahnya.

“Turun sekarang... gue mau lo jelasin semuanya sama gue sekarang !!!” perintah laki-laki itu.
Ify turun kemudian duduk di bangku taman itu. Di ikuti Rio.

“Jelasin semuanya sama gue Fy...”  dan sorry tadi gue bentak lo.” Ujar Rio 


oke L&C ya semuanya 

jangan lupa follow @Ulan_lan14 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar